Sabtu, Agustus 30, 2008

Derita Korban Kebakaran Desa Pulau Kecil, Reteh, Inhil

"Ramadan Ini Saya Tinggal di Madrasah"
RETEH--Kebakaran hebat di Desa Pulau Kecil, Reteh, Inhil kemarin, menyisakan
cerita duka. Terutama bagi warga yang terkena musibah. ‘’Beginilah
Pak kondisi saya’’kata A Rahman Hasyim saat menyambut kedatangan
H Alimuddin RM SH MP dan HE Kamal Syahindra SE MP. Pria berkulit gelap
yang biasa disapa Pak Kades itu mencoba mengembangkan senyum.
Namun senyum getir seperti terpaksa itu terlihat tidak seperti biasa.

Kades Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh adalah salah seorang korban
kebakaran tersebut. Rumah peninggalan orang tuanya yang dia tempati sejak
lahir kini sudah tidak tersisa. Dokumen penting, harta benda, pakaian keluarga
banyak yang tidak mampu diselamatkan. Jumat (29/8), dia hanya mampu
menatap sendu puing-puing bangunan tempat dirinya dibesarkan dulu.

Saat kejadian, Pak Kades ini kebetulan sedang melaksanakan tugasnya di Kantor
Kades Pulau Kecil. Sepeda motor dinas yang ada di rumah itu nyaris hangus jika
saja tidak ada warga yang membantu mengeluarkannya dari bangunan miliknya
yang sedang dilalap api.

Sedangkan peralatan dapur sama sekali tidak ada yang bisa diselamatkan.
Pakaian yang berhasil diselamatkan hanyalah beberapa potong baju dan
celana. Selebihnya, musnah, Jumat sisa pakaiannya yang terbakar itu sudah
terlihat mengeras.

‘’Ramadan ini saya bersama keluarga terpaksa tinggal di bangunan MDI yang
belum selesai,’’ katanya sedih kepada Riau Pos, Jumat (29/8).

Itu tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Kades Pulau Kecil ini. Sama pula
seperti warga lain yang tertimpa musibah. Sejumlah persiapan menyambut
datangnya momen itu dinyatakannya tidak lagi bersisa. Karena itu dia menyebut
tetap menjalani kegiatan sebagaimana biasanya dan apa adanya.

Bangunan madrasah ibtidaiyah yang menjadi tempat bermukim sementara
A Rahman Hasyim berada tepat di depan Masjid Raya Pulau Kecil,
berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran itu memang selesai. Dindingnya
belum sempurna. Pun begitu dengan jendelanya, juga tidak terpasang.
Oleh A Rahman Hasyim jendela itu ditutup dengan papan seadanya. Satu unit
genset terlihat ditempatkan di sekitar bangunan itu. Nampaknya peralatan
tersebut
adalah satu-satunya genset miliknya yang mampu diselamatkan.

Di lokasi yang sama, juga terdapat beberapa KK lain. Mereka ini diajak sang
Kades menempati bangunan itu untuk sementara waktu ketimbang menumpang
dan menyusahkan saudaranya yang lain. Malam pertama tidur di tempat
tersebut dinyatakan A Rahman sangat tidak melenakan. Bukan saja karena
suasananya tidak nyaman. Tetapi karena bayangan rumah lama yang penuh
kenangan senantiasa terbayang.***

1 komentar:

Gus Alwy mengatakan...

Saya turut prihatin atas musaibah yang telah menimpa saudara-saudaraku, tetap sabar atas ujian Allah, barangkali dibelakang hari hikmah yang lebih nikmat akan diberikan oleh Allah...Amin!

Template by : kendhin x-template.blogspot.com