Sabtu, Agustus 30, 2008

Saatnya Juara

Laporan JPNN, Jakarta Sudah delapan tahun sepakbola Indonesia kering prestasi. Gelar terakhir yang digapai Timnas Indonesia adalah saat juara Piala Kemerdekaan 2000 silam. Nah, paceklik prestasi yang dialami sepakbola Indonesia sepertinya bakal berakhir.


Peluang untuk melepas dahaga akan gelar juara tersebut terbentang lebar malam ini. Tim Merah Putih akan melakoni pertarungan dengan Libya dalam final Piala Kemerdekaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini (siarang langsung RCTI mulai pukul 21.15 WIB). ”Saya sudah memberikan satu arahan kepada pemain. Lawan Libya, kami harus menang demi gelar juara,” tegas pelatih Indonesia, Benny Dollo, kemarin.

Meski berpeluang menjadi juara, namun langkah Pasukan Garuda agak diragukan. Keraguan tersebut menyusul penampilan Charis Yulianto dkk yang kurang greget, seperti apa yang mereka pertontonkan saat mengalahkan Timnas U-21 di semifinal. Melawan juniornya, Timnas Senior hanya mampu menang tipis 1-0.

Kemenangan itu juga mereka dapatkan dengan susah-payah. Pasalnya, permainan Timnas Senior kalah agresif dari para pemain Timnas U-21. Selain itu, saat melawan Libya malam ini, Bambang Pamungkas dkk harus kehilangan satu pemainnya, Eka Ramdani. Gelandang mungil asal Persib Bandung tersebut terpaksa pulang ke Bandung karena anaknya mengalami sakit.

”Libya memang bagus dan publik sah-sah saja khawatir. Tapi, saya masih sangat optimis memenangkan pertandingan final besok (hari ini, red). Kami pasti akan menampilkan warna berbeda dibanding saat lawan Timnas U-21,” seru Benny Dollo.

Bendol --sapannya-- menyebut motivasi para pemainnya bakal jauh lebih bagus dibanding melawan Timnas U-21. Sebab, lawan dihadapi adalah tim asing. Beda halnya dengan ketika bertanding dengan Timnas U-21 lalu. ”Melawan U-21 kemarin kan ada motivasi lain dari para pemain junior itu. Mereka sangat bersemangat mengalahkan seniornya. Motivasi itu akhirnya menutup semangat tanding pemain saya. Tapi, besok (hari ini, red) situasi bakal berbeda,” ujar Bendol.

Terpisah, meski didera kelelahan, Libya tidak bakal membiarkan Timnas Senior melenggang ke podium juara. Tim berjuluk The Greens tersebut akan berkerja maksimal untuk menaklukkan tuan rumah. ”Kualitas Indonesia memang cukup bagus. Tapi, kami datang ke sini ingin menjadi juara,” ungkap Gamal Adeen Abu Nowara, pelatih Libya. (fim/hbk)

Tidak ada komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com