Selasa, Desember 30, 2008

Pemilk Saham BPR Gemilang Belum Lunasi Penyertaan Modal

TEMBILAHAN - Hingga hari ini, jelang akhir tahun 2008, modal setor Pemkab Inhil dan Bank Riau sebagi pemilik saham di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gemilang Tembilahan baru mencapai 43,3 persen. Sesuai ketentuan aturan Bank Indonesia, kepemilikan saham dari penyertaan modal tersebut harus mencapai 70 persen dari modal dasar. Alhasil, deviden belum bisa dibagikan.

Dirut BPR Gemilang Tembilahan M Hadran Marzuki, Rabu (24/12) mengungkapkan, BPR Gemilang Tembilahan hingga saat ini mempunyai modal dasar sebesar Rp 5 miliar. Modal yang sudah disetorkan dari kepemilikan saham Pemda Inhil sebesar 85 persen dan Bank Riau 15 persen. Totalnya baru sekitar 43,3 persen. Rinciannya, modal setor Pemda Inhil sebesar Rp.1.964.500.000 dengan saham 3929 lembar dan Bank Riau Rp 200.000.000 dengan saham 400 lembar. "Setiap lembar sahamnya berharga Rp.500.000," kata Hadran.

Jadi, ungkap Hadran, saat ini BPR Gemilang Tembilahan kekurangan modal setor sekitar Rp.1.335.500.000 untuk mencapai kepemilikan modal hingga akhir per 31 Desember nanti. Sesuai dengan aturan Bank Indonesia, Pemkab Inhil harus menanamkan modal setornya sekitar Rp 1.010.500.000 sedangkan Bank Riau Rp 325.000.000.

Dengan disetorkannya kepemilikan modal nanti, sebut Hadran, setelah RUPS kemungkinan deviden untuk tahun 2008 dapat dibagikan. "BPR Gemilang Tembilahan juga akan membuka kantor pembantu di berbagai wilayah. Karena selama ini untuk menarik setoran kredit dari nasabah, BPR Gemilang Tembilahan selalu melakukan jemput bola dengan artian mendatangi nasabah di setiap kecamatan yang memiliki kredit," jelasnya.

“Cost dan resiko selama ini terlalu besar petugas kreditur BPR yang mendatangi daerah untuk mengutip pinjaman kredit nasabah, maka dengan adanya penyetoran modal kepemilikan saham nanti, untuk meningkatkan pertumbuhan BPR dan menyebarluaskan kredit secara maksimal dapat dilakukan kepada masyarakat, agar roda ekonomi masyarakat kecil dapat berjalan baik sesuai dengan motto BPR Gemilang Tembilahan, Tumbuhkan Usaha Kerakyatan,” ujar Hadran.

Untuk meningkatkan kinerja bank pada Bank Perkreditan Rakyat Gemilang Tembilahan, tergantung dengan investasi dari pemilik saham yang ditanamkan sebagai penyertaan modal, kata Dirut BPR Gemilang Tembilahan M. Hadran Marzuki saat ditemui di kantornya.

Dikatakannya BPR Gemilang Tembilahan ini berdiri sejak tahun 1995, bergerak dibidang perkreditan dan tabungan. Hingga bulan Desember ini nasabah di BPR Gemilang Tembilahan baik nasabah tabungan dan nasabah kreditur sudah mencapai sekitar 5000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Inhil. Namun BPR Gemilang Tembilahan belum pernah membagikan dividen kepada pemegang saham karena sejak berdirinya belum memperoleh untung. Dikarenakan masih adanya kredit yang macat.

Hadran mengharapkan untuk meng optimalkan kinerja dari BPR ini para pemilik saham sesuai dengan ketentuan aturan Bank Indonesia Nomor 8/ 26/ PBI/2006 tentang Bank Perkreditan Rakyat, dari modal dasar BPR Gemilang sebesar 5 milyar rupiah penyertaan modal dari para pemilik saham harus sudah mencapai 70 persen dari modal dasar.(zai)

Tidak ada komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com